DOMPU – Sri Rahmawati anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meninggal pada sekitar pukul 09.00 pagi Jum’at 02/10 ternyata negative Covid-19. Namun, almarhumah terlanjur dikuburkan dengan sistem protokol Covid-19.
Terinfeksi Covid-19 Mantan Sekda Dompu Sudirman Madjid Tutup Usia
BAWASLU Berduka, Rahmawati Meninggal, Diduga Gejala Covid-19
Jufri ST, M.Si Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Dompu kepada wartawan membenarkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium Polymerase Chain Reaktion (PCR) Genetic Technopark Sumbawa yang mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus terhadap sampel milik almarhumah Sri Rahmawati adalah “Negative”.
KPU Tolak Permohonan Syaifurrahman Salman – Ika Rizky Veryani
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dompu ini bahwa, sejak pagi sudah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak Laboratorium PCR Genetic Technopark Sumbawa agar dilakukan pemeriksaan secara khusus atas sampel Rahmawati namun, hingga sore saat pemakaman dilaksanakan, pihaknya belum mendapatkan hasil pemeriksaan sampel milik almarhumah. “Justeru hasil pemeriksaan PCR itu kami terima sekitar satu jam usai pemakaman. Hasilnya memang “Negative”, tegas Jufri.
Umi Eri Negatif, HBY Positif Terinfeksi Covid-19
Tambahnya lagi, ketika tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Dompu melakukan koordinasi dengan keluarga besar almarhumah tentang proses pemakaman, rupanya mereka sudah lebih awal mengambil keputusan untuk mencegah terjadinya polemic atas pemakaman almarhumah. “hasil rembug keluarga sehingga diputuskan untuk dimakamkan dengan system protocol Covid-19”, ungkap Jufri
Syahrul Ramadhan salah seorang paman almarhumah kepada media ini menegaskan bahwa seluruh keluarga tidak mempersoalkan proses pemakaman almarhumah karena sebelumnya Rahmawati pernah dirappid test dengan hasil reaktif. Menurutnya seluruh keluarga menyepakati untuk memakamkan almarhumah dengan sistem protokol Covid. “Tujuan kami agar tidak menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat”, jelasnya
Kendati demikian, Syahrul mengaku bersyukur karena ternyata keponakannya meninggal dunia bukan karena terinfeksi Covid-19 sebagaimana protocol yang diterapkan atas proses pemakamannya. “Kami hanya ingin agar dibersihkan namanya melalui pemberitaan teman – teman jurnalis bahwa Rahmawati tidak terjangkit Covid-19”, tegas Syahrul (Idin)
![]()

















