DOMPU – Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Jalan Baru, Karijawa, menjadi pusat perhatian warga setempat. Pasalnya, limbah dari aktivitas dapur tersebut dilaporkan meresap hingga ke badan jalan raya dan aromanya meresahkan warga serta jamaah Masjid Arrahman.
Merespons laporan masyarakat dan jamaah masjid yang merasa terganggu dengan bau serta kondisi jalan yang tercemar, tim gabungan pemantau dapur MBG langsung turun ke lokasi untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (21/04).
Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kelayakan fisik bangunan, sistem sanitasi, hingga aspek higienitas pengolahan makanan.
Di lokasi, tim menemukan bukti adanya rembesan limbah yang tidak terkelola dengan baik, sehingga mengalir ke area publik dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta akses menuju rumah ibadah.
Ketua Tim Pemantau, H. Syarif Efendi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan kelalaian yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Ia langsung memberikan ultimatum keras kepada pengelola Dapur MBG Karijawa.
“Kami memberikan batas waktu (ultimatum) 1×24 jam kepada pihak pengelola untuk segera menuntaskan persoalan limbah ini. Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada perbaikan nyata, kami akan mengambil tindakan lebih tegas sesuai prosedur yang berlaku,” ujar H. Syarif Efendi kepada wartawn media ini
Warga sekitar dan jamaah Masjid Arrahman menyambut baik langkah cepat tim gabungan. Mereka berharap Dapur MBG, yang mengemban misi mulia untuk pemenuhan gizi, tetap menjaga etika lingkungan dan tidak mengabaikan aspek sanitasi dasar. (Rosy)
![]()



















