DOMPU, MATITINEWS.COM – Melonjaknya kasus pasien terinfeksi Covid-19 membuat Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu, harus membuat keputusan yang berat yakni menutup pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kebijakan ini dikeluarkan menyusul terkonfirmasinya sejumlah dokter dan tenaga Kesehatan (Nakes) di RSUD Dompu yang positif terpapar virus corona (Covid-19).
Penutupan ruang IGD RSUD Dompu ini secara khusus dibuat dalam bentuk pengumuman oleh manajemen BLUD agar informasinya sampai ke semua masyarakat. Pengumuman itu berbunyi sebagai berikut.
“Untuk sementara mulai hari ini tanggal 13 Juli 2021 sampai dengan waktu yang belum ditentukan, pelayanan IGD ditutup dikarenakan proses disinfeksi penyinaran UV dan menunggu hasil swab untuk tenaga Kesehatan di ruangan tersebut. Pelayanan pasien baru dan rujukan dialihkan ke Rumah Sakit Pratama Manggelewa”.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, terdapat lebih dari 60 orang tenaga Kesehatan baik dokter, perawat dan bidan di RSUD Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diperiksa melalui laboratorium PCR karena diduga terpapar dan terinfeksi Covid-19.
Kasubag Humas RSUD Dompu Ida Fitriani membenarkan bahwa untuk sementara telah ditutup pelayanan di IGD dan kamar bersalin. Hal ini dipicu oleh adanya sejumlah dokter dan nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. “ada dokter dan bidan yang dinyatakan positif berdasarkan hasil test laboratorium. Sebagian dari mereka masih menunggu hasil pemeriksaan sampel swab di laboratorium di Sumbawa dan Mataram. Mereka sedang menjalani isolasi mandiri”, terangnya.
Menghadapi kondisi ini, Ida Fitriani mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Dompu untuk tidak menganggap enteng akan kasus Covid-19, karena faktanya ini memang ada dan sangat membahayakan. Untuk melawan virus Corona ini lanjutnya, diperlukan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat agar disiplin menerapkan protocol Kesehatan (Prokes).
“Biasakan bermasker, hindari kerumunan, jaga jarak, sebelum atau sesudah beraktivitas agar dibiasakan mencuci tangan pakai sabun dan hindari mobilisasi yang tidak penting terlebih jangan keluar daerah apalagi menuju daerah yang berzona merah Covid-19”, terang Ida Fitriani. (Sri)
![]()


















