DOMPU – Dalam rangka menangani kasus stunting pada anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu menginstruksikan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk melakukan pendampingan dan intervensi ke Posyandu. Tindakan ini bertujuan untuk mendapatkan data cakupan layanan Posyandu mendeteksi dini masalah gizi, serta meningkatkan cakupan sasaran di seluruh Posyandu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Omiyati Fatimah S.Sos. M.P.H menegaskan, pihaknya sudah menghimbau kepada seluruh Puskesmas agar berkoordinasi dengan pihak kecamatan, desa dan kelurahan guna memastikan data seluruh calon pengantin (Catin), ibu hamil (Bumil), anak di bawah lima tahun (Balita) di wilayah kerjanya masing-masing.
Melalui koordinasi ini, Puskesmas diminta untuk memastikan seluruh catin memperoleh pendampingan serta bumil dan balita mendatangi posyandu.
“Seluruh puskesmas agar memasang spanduk atau baliho sehingga kegiatan tersebut tersosialisasi maksimal. Dan juga memastikan ketersediaan alat antropometri standar di seluruh posyandu pada saat gerakan penimbangan,” ujar Omiyati.
Selain itu, juga diingatkan kepada seluruh tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas agar mendampingi kader posyandu dalam melakukan intervensi bumil dan balita jika ada yang bermasalah dengan gizi.
Dia mengakui bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) berperan penting dalam menangani stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Karenanya dihimbau kepada para ibu hamil agar memperhatikan asupan nutrisi bagi bayinya dengan memakan makanan yang berprotein bagus. “Disarankan agar perbanyak makan telur,” tegasnya. (ad)
![]()



















