DOMPU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu terus melakukan berbagai inovasi guna mencegah dan menekan terjadinya kasus stunting pada anak-anak di tengah masyarakat. Dinas Kesehatan pun melakukan koordinasi dengan semua elemen masyarakat untuk mewujudkan lingkungan dan sanitasi yang sehat agar terhindar dari persoalan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Omiyati Fatimah S.Sos., M.Ph. menyebutkan. keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu menurunkan angka kasus stunting sebagaimana data yang dikeluarkan Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 dengan angka prevalensi stunting 12,4 persen, menjadikan Dompu sebagai salah satu kabupaten yang berprestasi dalam menekan angka kasus stunting.
“Pencapaian ini menjadi bukti kerja keras seluruh komponen pemerintah bersama semua elemen masyarakat dalam upaya menuntaskan kasus stunting di Dompu,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Omiyati Fatimah S.Sos, M.Ph.
Disebutkan, apabila dibandingkan dengan data hasil survey dari SSGI tahun 2022 yang menyebut angka stunting pada anak di Dompu mencapai 34,5 persen, dengan demikian telah terjadi penurunan angka kasus stunting di Dompu sebesar 22,1 persen. “Ini adalah capaian besar karena berada 2 digit di bawah target Nasional,” ungkapnya.
Berdasarkan kemajuan yang dicapai sepanjang upaya untuk penurunan angka kasus stunting ini, Kabupaten Dompu telah ditetapkan sebagai daerah berprestasi yang menempati urutan 3 besar nasional dalam kategori ‘Kabupaten/Kota dengan penurunan prevalensi stunting tertinggi.
“Dompu di urutan Ketiga, Kota Tanjungbalai diurutan kedua dan Kabupaten Sekadau di urutan pertama. tentu ini merupakan kerja keras Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Dompu, Kepala Perangkat daerah, Elemen Masyarakat mulai dari level kecamatan hingga desa,” tukas Omiyati Fatimah. (Ad)
![]()



















