DOMPU – Berhasil menerapkan 5 pilar program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) secara berkelanjutan melalui Gerakan Santabe (Sanitasi Tanggung Jawab Bersama), Senin 15 Juli 2019 seluruh masyarakat Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendeklarasi diri sebagai Kecamatan STBM. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Jambu kecamatan setempat.
Ketua Pokja AMPL Kabupaten Dompu Jufri ST kepada wartawan menjelaskan, Lima Pilar tersebut, , antara lain, 1. Stop buang air besar di sembarang tempat (santabe ncihira ta’iwura). 2. Cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir (santabe waca rima kani sabun). 3. Pengolahan air minum dan makanan rumah tangga (santabe lowi oi nono, ngaha maraso). 4. Pengamanan sampah rumah tangga (santabe ncihira paki wura masaki) 5. Pengamanan air rumah tangga (santabe aina wara pajamba).
Sebelum deklarasi ini dilakukan jelas Jufri, pada sekitar bulan Desember 2018 hingga Maret 2019 telah dilakukan verifikasi dan monitoring oleh tim verfikasi, yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu dan perwakilan Kecamatan dengan unsur dari Pokja AMPL terhadap pelaksanaan 5 pilar STBM pada 6 Desa di Kecamatan Pajo. “dan hasilnya adalah Kecamatan Pajo dinyatakan lulus verifikasi sebagai Kecamatan STBM perdana di Provinsi NTB”, urainya.
Menurut Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Dompu ini bahwa, STBM adalah suatu metode revolusioner untuk merubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Lanjutnya, pemicuan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang, baik berupa ucapan, tindakan atau perbuatan dengan tujuan untuk mengubah dan membangkitkan atau memunculkan bahkan mendorong niat juga kemauan seseorang atau sekelompok orang untuk berbuat sesuatu dengan kemauannya sendiri tanpa paksaan dari luar diri serta kelompoknya.
Dijelaskannya, adapun dampak strategis dari gerakan ini adalah meningkatnya akses sanitasi dari baseline sebesar 55 persen di tahun 2017 menjadi 85 persen di tahun 2019 (sumber monev kemenkes STBM), berkurangnya angka diare sebesar 40 persen yang didukung dengan anggaran proporsional di sektor air bersih dan sanitasi baik dari dana Desa maupun APBD .
Jufri mengaku bahwa, Program STBM yang diterjemahkan ke konteks lokal melalui Gerakan Santabe ini adalah kemitraan bersama antara Pokja AMPL Kab. Dompu dan Plan Indonesia melalui Program SEHATI (Sanitasi dan Higiene Berkelanjutan di Indonesia Timur). “Kita masih berharap program ini akan tetap berlanjut di Dompu”, tukasnya (Tim)
![]()
















