DOMPU, MATITINEWS.COM – Wulan (16) seorang pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, nekat mengakhiri hidupnya, Kamis (24/01) siang. Wulan bunuh diri dengan cara meminum racun pestisida jenis Dupon Lanate yang dicampur dengan teh kemasan.
Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya hanya karena dimarahi oleh Ibu beserta neneknya.
“Korban diduga dimarahi oleh ibunya via telepon dan neneknya karena telah menghilangkan kalung emas pemberian ibunya,” ujar Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Sabri, SH.
Kata Sabri, aksi nekat Wulan itu dilakukan di dalam kamar rumah Kakeknya, Ahmad (51) di Dusun Tolo Rodi, Desa Daha, Kecematan Hu’u sekitar pukul 12.50 wita. Saat ini, Ibu korban sedang berada di luar negeri menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW).
“Bapaknya sudah meninggal dunia, dan wulan ini tinggal bersama kakeknya,” terang Sabri.
Sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat berkomunikasi dengan temannya Ros Auliya Putri yang berada di Kalimantan via Whatshap. Dalam percakapan itu, Wulan bahkan mengutarakan niatnya untuk bunuh diri, korban juga mengirim foto dan video bungkusan Dupon Lannate serta teh pucuk.
Aksi nekat Wulan pertama kali diketahui oleh M. Jordi (18) warga Dusun Fo’o Kompo Desa Setempat, setelah mendapat telepon dari teman korban (Ros Auliya Putri) soal rencana bunuh diri tersebut. Saat itu juga M. Jordi langsung mendatangi rumah korban guna mencegahnya.
“Saat Jordi sampai di rumahnya (TKP), pintu kamar sudah terkunci dari dalam. Jordi sempat mengintip korban melalui jendela, dan melihat korban membawa botol teh pucuk yang berisi racun,” jelas Sabri.
Jordi bahkan berupaya melarang korban dengan melempar Wulan menggunakan pecahan batu bata serta kunci motor, namun korban tidak menanggapinya.
“Jordi berhasil masuk setelah mendobrak pintu kamar. Meski korban masih sadar, tapi setengah dari racun sudah diminum,” ujarnya.
Saat itu juga kata Sabri, Jordi langsung memberitahukan dan meminta bantuan pada warga. Korban pun kangsung dilarikan ke Puskesmas Setempat.
“Korban meninggal beberapa saat setelah di Puskesmas” terangnya.
Lebih jauh Sabri mengungkapkan, aksi percobaan bunuh diri juga pernah dilakukan oleh korban pada bulan Februari tahun 2018 lalu, namun berhasil digagalkan. Korban juga bahkan sering mengancam akan bunuh diri apabila dimarahi oleh neneknya kalau dia pulang malam. (Moy)
![]()



















