DOMPU – Sedikitnya 36 orang perwakilan dari tiap Puskesmas di Kabupaten Dompu Senin, 24/02/2025 mengikuti kegiatan evaluasi Penggunaan Obat Rasional (POR) di Puskesmas yang diselenggarakan oleh Seksi Farmakmin Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan di Cafe Laberka Dompu.
Acara yang dibuka oleh Omiyati Fatimah S.Sos., M.Ph., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kefarmasian di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Disebutkan bahwa, penggunaan Obat Rasional (POR) telah ada penerapannya di semua Puskesmas. Pada tahun 2017, sekitar 30.3 persen kabupatendan kota telah menerapkan POR di Puskesmas. Pada tahun 2019, jumlah ini meningkat menjadi 47,08 persen.
Penggunaan antibiotika yang tidak tepat menyebabkan munculnya resistensi antibiotika (AMR) dan pencapaian POR yang kurang optimal di Puskesmas. Berdasarkan laporan, tiga perempat dari semua penggunaan antibiotika terjadi di masyarakat, di mana praktisi perawatan primer bertanggung jawab untuk penggunaan antibiotika ini.
Penggunaan obat-obatan yang tidak tepat dapat menyebabkan hasil yang tidak diinginkan, seperti penurunan kualitas pengobatan. Hal ini, pada gilirannya, dapat mengakibatkan peningkatan angka kematian dan morbiditas, berkurangnya ketersediaan obat, serta peningkatan biaya medis.
Nara sumber pada kegiatan ini adalah, Apt. Badrul Huda Almuhdar, S.si, M.M.Kes dan Afrin, Amd. Farm, masing-masing sebagai Pejabat fungsional Farmakmin dan PKRT Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu. (Ad)
![]()



















