<script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
ADVERTISEMENT
  • A homepage section
  • Blog
  • Contact
  • Depan Matitinews
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Homepage – Blog
  • Homepage – Newsmag
  • Homepage – Newspaper
  • Homepage – Video
  • Iklan
  • News
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang MatitiNews
  • Login
Matitinews
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
Matitinews
No Result
View All Result
Home OPINI

Catatan dari Penghargaan Lestari Award 2026 untuk AMMAN

by Admin
06/08/2026
in OPINI
0
Catatan dari Penghargaan Lestari Award 2026 untuk AMMAN
125
SHARES
7.2k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Oleh: Jubair
Kabar baik datang dari dunia pendidikan lingkungan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program Pengelolaan Sampah Sekolah (PPSS) yang digagas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) memperoleh penghargaan tertinggi untuk kategori Waste Management pada ajang Lestari Award 2026. Prestasi ini pantas mendapat perhatian lebih luas, sebab yang dibangun jauh melampaui proyek pengelolaan sampah biasa. Program ini merupakan upaya jangka panjang untuk menanamkan karakter dan kesadaran ekologis pada anak-anak sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Sumbawa Barat, sekaligus merajut hubungan baru antara dunia pendidikan dan pelestarian lingkungan yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.

Penghargaan ini layak dibaca sebagai penanda bahwa pendekatan berbasis pendidikan dalam menangani persoalan sampah mulai menemukan bentuknya yang lebih matang. Selama bertahun-tahun, isu sampah kerap diselesaikan dengan cara-cara teknis seperti,  penyediaan tempat sampah, truk pengangkut, atau tempat pembuangan akhir. Pendekatan semacam itu penting, namun pada akhirnya berhenti di urusan infrastruktur tanpa menyentuh akar persoalan, yaitu kebiasaan dan cara pandang masyarakat terhadap sampah itu sendiri. PPSS mencoba masuk dari pintu yang berbeda, yakni pendidikan usia dini dan remaja, tempat nilai-nilai baru paling mudah tertanam dan bertahan lama.

RelatedPosts

Elang Dodo: Cadangan Raksasa dan Tanggung Jawab pada Masyarakat Adat

Pijar Teknologi di Tanah Sumbawa: Langkah Besar PT AMMAN Mengawal Kedaulatan Industri

Kekerasan Seksual Terus Berulang, Kapitalisme Gagal Melindungi Anak dan Perempuan

Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi ruang di mana anak-anak diajak memahami bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan benar. Siswa diajak memilah sampah organik dan anorganik, kemudian diajak lebih jauh memahami siklus pemanfaatannya, mulai dari daur ulang, pengomposan, hingga potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari barang-barang yang semula dianggap tidak berguna. Proses ini berjalan bertahap, dari pengenalan konsep sederhana di kelas rendah hingga praktik pengolahan yang lebih kompleks bagi siswa di jenjang sekolah menengah pertama. Adalah pembentukan karakter siswa sebagai penjaga lingkungan sejak usia belia, sesuatu yang jauh lebih berdampak dibandingkan hanya sebuah himbauan atau slogan kebersihan yang biasa ditempel di dinding kelas.

Menurut Vice President Policy & Permitting dan Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, bahwa program ini dirancang untuk menguatkan peran sekolah sebagai pusat transformasi pengetahuan sekaligus perubahan perilaku. Katanya, keberhasilan PPSS tidak diukur semata dari volume sampah yang berhasil dikelola.

Melalui program ini lanjut Priyo, AMMAN turut membangun ekosistem yang mengembangkan generasi muda masa depan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. “Jangan dilihat dari jumlah sampah yang dikelola, tapi tumbuhnya kesadaran pemahaman di kalangan siswa, guru, dan keluarga bahwa sampah bernilai jika dikelola dengan baik, dampaknya meluas dari sekolah ke masyarakat,” ujar Priyo.

Pernyataan tersebut menyingkap logika dasar dari seluruh rancangan program ini. Sekolah dipilih bukan karena tempatnya yang paling mudah menghasilkan sampah dalam jumlah besar untuk diolah, tetapi sekolah sebagai simpul sosial yang menghubungkan banyak pihak, yaitu siswa, guru, orang tua, dan pada akhirnya masyarakat luas. Ketika kesadaran mengelola sampah tumbuh di ruang kelas, ia berpotensi merambat ke rumah tangga, ke lingkungan tetangga, hingga ke kebiasaan sehari-hari yang jauh lebih sulit diubah melalui kampanye orang dewasa.

Nilai yang Tumbuh dari Kebiasaan Kecil

Pendekatan semacam ini sejatinya melahirkan cara pandang baru dalam melihat sampah. Selama ini, sampah kerap diposisikan sebagai beban yang harus segera disingkirkan dari pandangan. Cara pandang tersebut, disadari atau tidak, justru menumbuhkan sikap acuh terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Melalui PPSS, anak-anak diajak melihat sampah sebagai sumber daya yang dapat dikelola, dimanfaatkan, dan memberi nilai kembali, baik dalam bentuk kompos, kerajinan daur ulang, maupun nilai ekonomi lain yang bisa dirasakan langsung oleh sekolah dan komunitas sekitarnya.

Cara pandang ini penting ditanamkan sejak dini karena kebiasaan mengelola sampah bukan sesuatu yang bisa dibentuk dalam waktu singkat namun memerlukan pengulangan, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung agar menjadi kebiasaan yang melekat. Anak-anak yang terbiasa memilah sampah di sekolah cenderung membawa kebiasaan itu ke rumah, bahkan menjadi pengingat bagi orang tua mereka. Fenomena semacam ini kerap terjadi pada program-program edukasi lingkungan berbasis sekolah, ketika anak menjadi agen perubahan kecil yang mendorong keluarganya untuk turut peduli.

Program yang menjangkau jenjang sekolah dasar dan menengah pertama juga memiliki keunggulan tersendiri. Pada usia tersebut, anak-anak berada pada fase pembentukan karakter yang masih terbuka terhadap nilai-nilai baru. Penanaman kebiasaan positif pada masa ini berpotensi bertahan hingga mereka dewasa, sehingga investasi pendidikan lingkungan semacam PPSS dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan di kabupaten Sumbawa Barat, jauh melampaui masa program itu sendiri berjalan.

Aspek lain yang membuat PPSS layak diapresiasi adalah caranya melibatkan guru sebagai ujung tombak penyampaian nilai. Guru bukan cuma menjadi penyampai materi, melainkan turut dilatih agar memahami konsep pengelolaan sampah secara mendalam sebelum menurunkannya kepada siswa. Pendekatan semacam ini penting sebab keteladanan guru di ruang kelas biasanya lebih berpengaruh dibandingkan materi tertulis di buku pelajaran. Tatkala guru menunjukkan kebiasaan memilah sampah secara konsisten, siswa akan menyerap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan patut dicontoh, bukan aturan kaku yang harus dipatuhi selama berada di lingkungan sekolah.

Keterlibatan orang tua turut menjadi bagian penting dari rangkaian program ini. Sejumlah sekolah pelaksana PPSS menggandeng orang tua melalui kegiatan bersama, misalnya lomba daur ulang atau kunjungan ke fasilitas pengelolaan sampah terpadu. Kegiatan semacam ini membangun jembatan antara apa yang dipelajari siswa di sekolah dengan kebiasaan yang berlaku di rumah. Tanpa keterlibatan keluarga, kesadaran yang tumbuh di ruang kelas berisiko berhenti begitu siswa melangkah keluar dari gerbang sekolah, sehingga sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci agar dampak program benar-benar melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Tanggung Jawab Perusahaan Tambang dan Keberlanjutan

Penghargaan tertinggi di Lestari Award 2026 menegaskan posisi PT AMMAN sebagai perusahaan tambang yang berupaya menghadirkan program tanggung jawab sosial dengan dampak nyata, bukan sebatas formalitas kewajiban korporasi. Perusahaan tambang kerap dihadapkan pada tantangan membangun kepercayaan publik terkait komitmen lingkungan, mengingat sektor ini secara alami bersinggungan erat dengan isu ekologi. Program seperti PPSS menjadi salah satu jawaban atas tantangan tersebut, dengan menghadirkan model tanggung jawab sosial yang menyentuh langsung generasi muda dan berpotensi menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Keberhasilan meraih penghargaan tertinggi juga menjadi indikator bahwa program ini telah melalui proses penilaian yang memperhitungkan dampak, konsistensi, dan keberlanjutan pelaksanaannya. Lestari Award sendiri dikenal sebagai ajang yang menilai inisiatif keberlanjutan dari berbagai sektor, sehingga pengakuan terhadap PPSS mengonfirmasi bahwa pendekatan berbasis pendidikan mampu bersaing dan bahkan unggul dibandingkan model-model pengelolaan sampah konvensional yang selama ini lebih dikenal luas.

Menjaga Semangat Setelah Penghargaan

Penghargaan tentu menjadi momentum yang membanggakan, tetapi tantangan sesungguhnya justru muncul setelah sorotan meraih penghargaan itu mereda. Program pendidikan lingkungan seperti PPSS memerlukan konsistensi jangka panjang agar dampaknya benar-benar terasa. Sekolah, guru, dan orang tua perlu terus dilibatkan agar kesadaran yang telah tumbuh tidak surut seiring berjalannya waktu, sementara AMMAN sebagai penggagas program perlu memastikan pendampingan tetap berjalan meski perhatian publik telah beralih ke isu lain.

Pemerintah kabupaten Sumbawa Barat pun memiliki peran penting untuk turut merawat capaian ini. Dukungan kebijakan yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum lokal, misalnya, dapat memperkuat fondasi yang telah dibangun PPSS agar tidak bergantung sepenuhnya pada satu program dari satu perusahaan. Kolaborasi lintas pihak semacam ini akan menentukan apakah kesadaran lingkungan yang tumbuh hari ini benar-benar mengakar menjadi budaya masyarakat Sumbawa Barat di masa mendatang, atau hanya menjadi capaian yang dikenang tanpa keberlanjutan.

Pada akhirnya, penghargaan tertinggi di Lestari Award 2026 untuk PPSS AMMAN mengingatkan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil. Anak-anak yang hari ini belajar memilah sampah dan memahami nilai yang terkandung di dalamnya adalah generasi yang kelak akan menentukan wajah lingkungan Sumbawa Barat, sekaligus pewaris tanggung jawab menjaga alam yang selama ini sering diabaikan orang dewasa. Jika kesadaran itu terus dirawat dengan konsisten, sekolah-sekolah di Sumbawa Barat berpotensi menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan beriringan, menghasilkan generasi yang paham akan pentingnya pengelolaan sampah dengan baik dan benar. 

Loading

Previous Post

Pulang Bawa 173 Medali, Kontingen Porprov Dompu Disambut Haru di Pendopo

Admin

Related Posts

Elang Dodo: Cadangan Raksasa dan Tanggung Jawab pada Masyarakat Adat
OPINI

Elang Dodo: Cadangan Raksasa dan Tanggung Jawab pada Masyarakat Adat

17/07/2026
5.2k
Pijar Teknologi di Tanah Sumbawa: Langkah Besar PT AMMAN Mengawal Kedaulatan Industri
OPINI

Pijar Teknologi di Tanah Sumbawa: Langkah Besar PT AMMAN Mengawal Kedaulatan Industri

17/07/2026
18k
Kekerasan Seksual Terus Berulang, Kapitalisme Gagal Melindungi Anak dan Perempuan
OPINI

Kekerasan Seksual Terus Berulang, Kapitalisme Gagal Melindungi Anak dan Perempuan

15/05/2026
5.2k
Menjaga Substansi Demokrasi di Tingkat Lokal
OPINI

Menjaga Arah Demokrasi di Usia 18 Bawaslu

08/04/2026
5.3k
Menjaga Substansi Demokrasi di Tingkat Lokal
OPINI

Menjaga Substansi Demokrasi di Tingkat Lokal

26/02/2026
9.2k
Generasi Muda Bukan Hanya Pemilih, Tetapi Penjaga Dan Penggerak Demokrasi
OPINI

Generasi Muda Bukan Hanya Pemilih, Tetapi Penjaga Dan Penggerak Demokrasi

25/11/2025
15.7k
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

29/08/2021
Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

27/12/2018
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Pansel Umumkan Nama Calon Sekda Dompu

29/07/2021
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

27/07/2021
beras miskin

HBY Tidak Mau Dipusingkan Dengan Urusan Beras Miskin

0
datot gunawan

Kasus Balita Gizi Buruk Masih Ditemukan di Dompu

0
sapi brahma

Dompu Dipastikan Mampu Menjadi Penyuplai Daging Nasional

0
jangan malu

HBY : Jangan Malu Mengaku Menjadi Anak Petani

0
Catatan dari Penghargaan Lestari Award 2026 untuk AMMAN

Catatan dari Penghargaan Lestari Award 2026 untuk AMMAN

06/08/2026
Pulang Bawa 173 Medali, Kontingen Porprov Dompu Disambut Haru di Pendopo

Pulang Bawa 173 Medali, Kontingen Porprov Dompu Disambut Haru di Pendopo

05/08/2026
PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus

PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus

04/08/2026
Belasan Pasien HIV Jalani Pengobatan di RSUD Dompu

Belasan Pasien HIV Jalani Pengobatan di RSUD Dompu

04/08/2026
ADVERTISEMENT

BACA JUGA BERITA LAINNYA

Catatan dari Penghargaan Lestari Award 2026 untuk AMMAN

Catatan dari Penghargaan Lestari Award 2026 untuk AMMAN

06/08/2026
7.2k
Pulang Bawa 173 Medali, Kontingen Porprov Dompu Disambut Haru di Pendopo

Pulang Bawa 173 Medali, Kontingen Porprov Dompu Disambut Haru di Pendopo

05/08/2026
2.1k
PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus

PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus

04/08/2026
2.1k
Belasan Pasien HIV Jalani Pengobatan di RSUD Dompu

Belasan Pasien HIV Jalani Pengobatan di RSUD Dompu

04/08/2026
7.3k
  • Tentang MatitiNews
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

No Result
View All Result

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS