<script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
ADVERTISEMENT
  • A homepage section
  • Blog
  • Contact
  • Depan Matitinews
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Homepage – Blog
  • Homepage – Newsmag
  • Homepage – Newspaper
  • Homepage – Video
  • Iklan
  • News
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang MatitiNews
  • Login
Matitinews
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
Matitinews
No Result
View All Result
Home OPINI

Menjaga Substansi Demokrasi di Tingkat Lokal

Oleh : Maman Apriansyah (Kadiv.Hukum & Pengawasan KPU Kabupaten Dompu)

by Admin
26/02/2026
in OPINI
0
Menjaga Substansi Demokrasi di Tingkat Lokal

Maman Apriansyah (Kadiv.Hukum & Pengawasan KPU Kabupaten Dompu

1.4k
SHARES
9.2k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Demokrasi kerap kita rayakan sebagai pesta lima tahunan. Spanduk terpasang, baliho berdiri, debat digelar, dan kampanye memenuhi ruang publik. Namun, di balik kemeriahan itu, ada pertanyaan mendasar yang layak diajukan, apakah demokrasi kita semakin substantif atau justru terjebak dalam rutinitas prosedural ?

Di tingkat lokal, pertanyaan ini menjadi semakin relevan. Kabupaten seperti Dompu bukan sekedar arena kontestasi politik, melainkan ruang hidup masyarakat yang langsung merasakan dampak setiap keputusan publik. Hasil pemilihan umum menentukan arah pembangunan, alokasi anggaran, kebijakan pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial. Dengan demikian, kualitas demokrasi lokal tidak dapat dipandang sebagai isu pinggiran, ia adalah fondasi masa depan daerah.

RelatedPosts

Catatan dari Penghargaan Lestari Award 2026 untuk AMMAN

Elang Dodo: Cadangan Raksasa dan Tanggung Jawab pada Masyarakat Adat

Pijar Teknologi di Tanah Sumbawa: Langkah Besar PT AMMAN Mengawal Kedaulatan Industri

Pemilu memang merupakan instrumen utama demokrasi. Konstitusi melalui Pasal 22E UUD 1945 menegaskan bahwa pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Prinsip ini bukan sekadar formalitas normatif, melainkan standar etis yang menentukan legitimasi kekuasaan. Tanpa integritas, pemilu hanya menjadi prosedur administratif yang kehilangan ruh kedaulatan rakyat.

Di sinilah tantangan pertama muncul. Demokrasi prosedural relatif telah mapan. Tahapan pemilu tersusun rapi, regulasi diperbarui, dan mekanisme pengawasan diperkuat. Namun, demokrasi substantif—yakni demokrasi yang benar-benar menghadirkan keadilan, akuntabilitas, dan partisipasi bermakna—masih terus diuji.

Politik uang, eksploitasi isu identitas, serta manipulasi opini publik merupakan gejala yang kerap mengiringi kontestasi. Praktik-praktik tersebut mungkin tidak selalu kasatmata, tetapi dampaknya nyata: kepercayaan publik terkikis. Padahal, demokrasi berdiri di atas fondasi kepercayaan. Tanpa kepercayaan, legitimasi formal menjadi rapuh.

Pada titik inilah pers memegang peran strategis. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menegaskan kemerdekaan pers sebagai wujud kedaulatan rakyat. Artinya, kebebasan pers bukan sekadar hak industri media, melainkan hak publik untuk memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.

Pers yang profesional berfungsi lebih dari sekadar pelapor peristiwa. Ia menguji klaim, memverifikasi data, mengkritisi kebijakan, dan memberi ruang dialog bagi perbedaan pandangan. Dalam konteks demokrasi lokal, media memiliki posisi yang unik karena kedekatannya dengan realitas sosial masyarakat. Pemberitaan yang kontekstual dapat membantu publik memahami implikasi nyata dari setiap kebijakan dan program politik.

Namun, tantangan yang dihadapi pers saat ini tidak ringan. Era digital telah mengubah lanskap informasi secara radikal. Arus informasi bergerak cepat, tetapi tidak selalu disertai verifikasi yang memadai. Algoritma media sosial sering kali lebih memprioritaskan sensasi daripada substansi. Akibatnya, ruang publik dibanjiri narasi yang belum tentu akurat.

Fenomena ruang gema (echo chamber) memperparah situasi. Publik cenderung terpapar informasi yang mengonfirmasi preferensi politiknya, sementara pandangan berbeda dianggap ancaman. Polarisasi pun menguat. Dalam konteks lokal, polarisasi yang tidak terkendali dapat menggerus kohesi sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat.

Demokrasi sejatinya memang memberi ruang bagi perbedaan. Namun, perbedaan yang tidak dikelola dengan literasi dan kedewasaan dapat berubah menjadi fragmentasi. Di sinilah peran pers kembali diuji: apakah ia akan menjadi penjernih informasi atau justru terjebak dalam arus sensasionalisme?

Di sisi lain, penyelenggara pemilu juga memikul tanggung jawab besar untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Keterbukaan informasi publik menjadi prasyarat penting agar proses elektoral dapat diawasi secara efektif. Kepercayaan publik tidak dibangun melalui klaim, melainkan melalui praktik yang konsisten dan dapat diuji.

Namun, demokrasi tidak dapat diserahkan hanya kepada penyelenggara dan pers. Masyarakat memegang peran sentral. Partisipasi politik tidak berhenti pada kehadiran di tempat pemungutan suara. Partisipasi yang bermakna mencakup keterlibatan dalam diskusi publik, pengawasan kebijakan, serta komitmen menjaga persatuan setelah kontestasi usai.

Di daerah seperti Dompu, modal sosial berupa religiusitas, solidaritas komunal, dan budaya gotong royong merupakan aset berharga. Modal sosial ini dapat menjadi penyangga demokrasi agar tetap berakar pada nilai kebersamaan. Namun, modal tersebut juga dapat tergerus jika politik identitas dan disinformasi dibiarkan tumbuh tanpa kontrol.

Karena itu, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak. Demokrasi abad ke-21 menuntut warga yang tidak hanya melek politik, tetapi juga melek informasi. Kemampuan memilah fakta dari opini, membedakan kritik dari provokasi, serta menilai sumber informasi secara kritis merupakan prasyarat partisipasi yang sehat.

Pada akhirnya, menjaga demokrasi di tingkat lokal berarti menjaga keseimbangan antara prosedur dan substansi. Pemilu yang jujur dan adil memberi legitimasi. Pers yang independen dan profesional memberi arah. Masyarakat yang kritis dan bertanggung jawab memberi makna.

Demokrasi bukan proyek yang selesai dalam satu siklus pemilu. Ia adalah proses berkelanjutan yang menuntut integritas, kedewasaan, dan komitmen kolektif. Jika ketiga elemen tersebut berjalan seiring, demokrasi lokal tidak hanya akan bertahan secara prosedural, tetapi juga tumbuh secara substantif.

Dan pada titik itulah, demokrasi tidak lagi sekadar ritual politik, melainkan menjadi sarana bersama untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang lebih nyata bagi masyarakat.

 

 

Loading

Previous Post

Sosialisasi Perda Tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (32)

Next Post

Sosialisasi Perda Tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (33)

Admin

Related Posts

Catatan dari Penghargaan Lestari Award 2026 untuk AMMAN
OPINI

Catatan dari Penghargaan Lestari Award 2026 untuk AMMAN

06/08/2026
7.2k
Elang Dodo: Cadangan Raksasa dan Tanggung Jawab pada Masyarakat Adat
OPINI

Elang Dodo: Cadangan Raksasa dan Tanggung Jawab pada Masyarakat Adat

17/07/2026
5.3k
Pijar Teknologi di Tanah Sumbawa: Langkah Besar PT AMMAN Mengawal Kedaulatan Industri
OPINI

Pijar Teknologi di Tanah Sumbawa: Langkah Besar PT AMMAN Mengawal Kedaulatan Industri

17/07/2026
18k
Kekerasan Seksual Terus Berulang, Kapitalisme Gagal Melindungi Anak dan Perempuan
OPINI

Kekerasan Seksual Terus Berulang, Kapitalisme Gagal Melindungi Anak dan Perempuan

15/05/2026
5.2k
Menjaga Substansi Demokrasi di Tingkat Lokal
OPINI

Menjaga Arah Demokrasi di Usia 18 Bawaslu

08/04/2026
5.3k
Generasi Muda Bukan Hanya Pemilih, Tetapi Penjaga Dan Penggerak Demokrasi
OPINI

Generasi Muda Bukan Hanya Pemilih, Tetapi Penjaga Dan Penggerak Demokrasi

25/11/2025
15.7k
Next Post
Sosialisasi Perda Tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (6)

Sosialisasi Perda Tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (33)

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

29/08/2021
Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

27/12/2018
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Pansel Umumkan Nama Calon Sekda Dompu

29/07/2021
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

27/07/2021
beras miskin

HBY Tidak Mau Dipusingkan Dengan Urusan Beras Miskin

0
datot gunawan

Kasus Balita Gizi Buruk Masih Ditemukan di Dompu

0
sapi brahma

Dompu Dipastikan Mampu Menjadi Penyuplai Daging Nasional

0
jangan malu

HBY : Jangan Malu Mengaku Menjadi Anak Petani

0
Dompu Kelebihan 2.680 Guru, Ruang Kelas Tak Sanggup Menampung

Dompu Kelebihan 2.680 Guru, Ruang Kelas Tak Sanggup Menampung

17/09/2026
Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

16/09/2026
Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

14/09/2026
Cetak Sejarah, PWI NTB Gelar UKW Mandiri Terbesar

Cetak Sejarah, PWI NTB Gelar UKW Mandiri Terbesar

13/09/2026
ADVERTISEMENT

BACA JUGA BERITA LAINNYA

Dompu Kelebihan 2.680 Guru, Ruang Kelas Tak Sanggup Menampung

Dompu Kelebihan 2.680 Guru, Ruang Kelas Tak Sanggup Menampung

17/09/2026
17.5k
Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

16/09/2026
13.3k
Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

14/09/2026
3.8k
Cetak Sejarah, PWI NTB Gelar UKW Mandiri Terbesar

Cetak Sejarah, PWI NTB Gelar UKW Mandiri Terbesar

13/09/2026
5.1k
  • Tentang MatitiNews
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

No Result
View All Result

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS