<script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
ADVERTISEMENT
  • A homepage section
  • Blog
  • Contact
  • Depan Matitinews
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Homepage – Blog
  • Homepage – Newsmag
  • Homepage – Newspaper
  • Homepage – Video
  • Iklan
  • News
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang MatitiNews
  • Login
Matitinews
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
Matitinews
No Result
View All Result
Home DARI REDAKSI

Kebangkitan Seni di Daerah

by wmn01
29/10/2017
in DARI REDAKSI, SENI BUDAYA, SOSIAL BUDAYA
0
perkebangan seni di daerah

Ilyas Yasin. Pengajar di STKIP Yapis Dompu NTB

3.1k
SHARES
25.4k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Oleh : Ilyas Yasin
Kemajuan suatu peradaban biasanya tidak hanya ditandai oleh kecanggihan teknologi akan tapi juga dari perkembangan dunia seninya. Ya seni musik, seni tari, seni peran, seni lukis, seni ukir dan lainnya. Sebagai bagian dari rasa, maka seni di samping rasio adalah sesuatu yang melekat dalam potensi kedirian manusia. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Dalam kajian filsafat, manusia memiliki tiga aspek yakni logika, etika dan estetika. Logika melahirkan sains dan teknologi, etika melahirkan tatakrama dan kesopanan, sedangkan estetika melahirkan seni dan keindahan.

Oleh sebagian orang, aspek agama dimasukkan ke dalam aspek terakhir ini. Alasannya, agama tepatnya spiritualitas juga mengajarkan dan berfungsi melatih kepekaan rasa dan kehalusan budi. Maka, agama yang terlalu menonjolkan aspek hukum misalnya, cenderung menjadi kaku bahkan menjadi pemicu kekerasan baik kekerasan konseptual maupun praksis. Dalam Islam sendiri, ketegangan doktrinal antara agama dan seni tersebut masih terus berlangsung. Sebagian orang masih mempertentangkan antara agama dengan seni, selain pengecualian kecil misalnya pada seni tilawah (melagukan) al-Quran atau kasidahan/nasyid.

RelatedPosts

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

Pelatihan Paralegal, AMAN NTB Dorong Masyarakat Adat Pahami Hak dan Akses Keadilan

Kendati idealnya aspek rasa itu harus sejajar dengan aspek rasio, antara pengolahan rasa dan kecerdasan rasio, faktanya seni masih menjadi barang ‘mewah’ terutama di negara-negara dunia ketiga. Penghargaan terhadap dunia seni dan seniman masih rendah. Karena tidak memiliki efek secara langsung terhadap perkembangan dan kemajuan masyarakat maka kegiatan berkesenian menjadi sesuatu yang tidak begitu dihargai.

Rendahnya apresiasi itu bisa dengan mudah dilihat baik pada masyarakat, pemerintah atau berbagai pemangku kepentingan lainnya. Aktivitas berkesenian kalah pamor dari yang lainnya. Pilihan hidup untuk mengabdi kepada kesenian juga dianggap tidak popular, bahkan dianggap ‘gila’.

Karena itu di lembaga-lembaga penididikan (sekolah dan universitas), aktivitas berkesenian khususnya seni teater tidak begitu popular dan karenanya perkembangannya memprihatinkan. Bidang ini biasanya kalah popular dibandingkan bidang olahraga, sains atau seni musik yang dianggap lebih ‘gaul’ dan trendi. Pembangunan kesenian relatif ditelantarkan. Para pelaku kesenian tidak hanya kurang dihargai, malah kadang dilecehkan. Dalam film “Dua Hati Satu Cinta” digambarkan, begitu mengetahui Ochid—yang diperankan Reza Rahardian—cowok yang naksir anak gadisnya—adalah sastrawan, sang ayah dengan sinis berkata “Wah, saya baru tahu kalau Chairil Anwar masih hidup”.

Meski sering diabaikan dan dinistakan, nyatanya tetap saja ada orang yang mau mengabdikan hidupnya di jalan ini. Kendati hanya bermodalkan kekuatan kata-kata, faktanya kekuatan kritis seniman dan karya seni sanggup menggetarkan singgasana kekuasaan. Dalam banyak hal seni mampu merepresentasikan suasana kebatinan mereka yang tertindas secara struktural, atau mereka yang terpapar oleh peluru dan bedil sang penguasa. Seni mampu mendorong transformasi sosial di masyarakatnya.

Di kampus tempat saya bekerja, saya sering menemukan bakat-bakat terpendam di bidang seni dan sastra itu baik dalam teater maupun kemampuan menulis cerpen dan puisi. Sayangnya, potensi-potensi semacam ini belum maksimal diberdayakan karena berbagai keterbatasan baik pelatih, tempat latihan, apresiasi, kebijakan maupun dukungan kelembagaan. Seberapapun hebatnya bakat-bakat itu, tanpa sentuhan sang mentor misalnya, tentu tidak akan maksimal perkembangannya.

Begitu pula ketiadaan gedung kesenian jelas akan menghambat pengembangan seni tersebut. Padahal potensi seni tersebut cukup menggembirakan. Keberhasilan teater “Bengkel Sastra” SMAN 1 Dompu dalam ajang kompetisi teater remaja nusantara di Yogyakarta bulan lalu adalah bukti dari potensi itu. Hal semacam itu seharusnya menjadi momentum dalam mendukung kebangkitan dunia seni dan sastra di daerah. Dengan segenap potensi itu maka daerah ini sejatinya bisa seperti Madura atau Sumatera Barat yang kaya dengan sastrawan dan penulis hebat.
Ayo, mari dukung perkembangan dunia seni di daerah!

Loading

Previous Post

Bupati, Wakil Bupati dan DPRD Dompu Harus Bertanggung Jawab Atas Hancurnya Hutan

Next Post

HBY Curhat Soal Hilangnya Insentiv Opini WTP

wmn01

Related Posts

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik
SOSIAL BUDAYA

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

19/09/2026
7.5k
Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia
SOSIAL BUDAYA

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

16/09/2026
13.3k
Pelatihan Paralegal, AMAN NTB Dorong Masyarakat Adat Pahami Hak dan Akses Keadilan
SOSIAL BUDAYA

Pelatihan Paralegal, AMAN NTB Dorong Masyarakat Adat Pahami Hak dan Akses Keadilan

09/09/2026
1.1k
Pertama dan Terbesar di Indonesia Donor Darah INTI NTB Tembus 1075 Kantong
SOSIAL BUDAYA

Pertama dan Terbesar di Indonesia Donor Darah INTI NTB Tembus 1075 Kantong

18/08/2026
7.1k
PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus
SOSIAL BUDAYA

PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus

04/08/2026
2.1k
JMSI NTB dan INTI Tanam 43 Pohon di Mualan Benyer, Dukung Pelestarian Mata Air Adat
SOSIAL BUDAYA

JMSI NTB dan INTI Tanam 43 Pohon di Mualan Benyer, Dukung Pelestarian Mata Air Adat

22/06/2026
3.2k
Next Post
apbdp 2017, apbd 2018

HBY Curhat Soal Hilangnya Insentiv Opini WTP

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

29/08/2021
Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

27/12/2018
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Pansel Umumkan Nama Calon Sekda Dompu

29/07/2021
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

27/07/2021
beras miskin

HBY Tidak Mau Dipusingkan Dengan Urusan Beras Miskin

0
datot gunawan

Kasus Balita Gizi Buruk Masih Ditemukan di Dompu

0
sapi brahma

Dompu Dipastikan Mampu Menjadi Penyuplai Daging Nasional

0
jangan malu

HBY : Jangan Malu Mengaku Menjadi Anak Petani

0
Kelebihan 4.160 Guru, Dompu Atur Ulang Jam Mengajar demi Selamatkan Tunjangan Sertifikasi

Kelebihan 4.160 Guru, Dompu Atur Ulang Jam Mengajar demi Selamatkan Tunjangan Sertifikasi

19/09/2026
Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

19/09/2026
Dompu Kelebihan 2.680 Guru, Ruang Kelas Tak Sanggup Menampung

Dompu Kelebihan 2.680 Guru, Ruang Kelas Tak Sanggup Menampung

17/09/2026
Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

16/09/2026
ADVERTISEMENT

BACA JUGA BERITA LAINNYA

Kelebihan 4.160 Guru, Dompu Atur Ulang Jam Mengajar demi Selamatkan Tunjangan Sertifikasi

Kelebihan 4.160 Guru, Dompu Atur Ulang Jam Mengajar demi Selamatkan Tunjangan Sertifikasi

19/09/2026
15.2k
Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

19/09/2026
7.5k
Dompu Kelebihan 2.680 Guru, Ruang Kelas Tak Sanggup Menampung

Dompu Kelebihan 2.680 Guru, Ruang Kelas Tak Sanggup Menampung

17/09/2026
17.5k
Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

16/09/2026
13.3k
  • Tentang MatitiNews
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

No Result
View All Result

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS