DOMPU, MATITINEWS.COM – Dalam rangka mewujudkan pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) didampingi sejumlah staf menghadap ke Dijrjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI. Tujuan keberangkatan ini adalah guna menyerahkan hibah lahan atau tanah untuk pembangunan pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo.
Bupati Dompu HBY dalam konferensi pers di Pendopo Bupati setempat Rabu 04/03/2020 menjelaskan bahwa, kehadiran rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu di Kementerian Perhubungan itu, langsung disambut oleh Sekretaris Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha yang sekaligus menerima dokumen hibah berupa sertifikat lahan seluas 30 ha.
Menurut Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, penyerahan sertifikat lahan tersebut dalam perjanjian hibahnya jelas disebutkan bahwa penggunaan lahan tanah itu adalah untuk pembangunan Pelabuhan Nusantara. “Jadi mereka tidak punya pilihan lain dalam pemanfaatannya kecuali untuk pembangunan Pelabuhan Nusantara”, terang H. Bambang.
Menjawab pertanyaan wartawan tentang rencana akan dimulainya tahapan pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo ini, HBY menjelaskan bahwa, sampai hari ini semua prosedur dan mekanisme untuk menuju ke proses pembangunan pelabuhan secara fisik itu sudah dilalui. Sehingga keputusannya sekarang ada di tangan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. “ya kita doakan semoga secepatnya itu bisa segera direalisasikan”, harap HBY.
Bahkan untuk menjadikan pembangunan Pelabuhan ini lebih urgent, pada saat penyerahan hibah sertifikat lahan seluas 32 hektar are itu, Bupati membuat catatan khusus di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI) tentang adanya potensi tambang emas yang bernilai milyaran ton ons di Wilayah Kontrak Karya (KK) Kecamatan Hu’U Kabupaten Dompu. “saya sampaikan di Kementerian Perhubungan bahwa beberapa hari yang lalu kita sempat dihebohkan oleh Pengumuman PT Sumbawa Timur Minning (STM) yang telah menemukan potensi emas sebanyak 1.97 milyar ton ons di Dompu”, jelas H. Bambang
Menurut H. Bambang kehadiran pelabuhan Nusantara tentu sangat dibutuhkan dalam menyambut tahapan eksploitasi PT STM, karena bagaimanapun juga alat – alat untuk pertambangan itu adalah alat yang besar dan berat. “Oleh karena itu, kita membutuhkan pelabuhan yang lebih memadai untuk proses bongkar muat”, urai Bupati Dompu.
Rencana pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu ini merupakan sebuah mega proyek dengan nilai yang sangat fantastis yakni diperkirakan hamper mencapai angka kurang lebih stengah triuliun. “Kalau berdasarkan hitung-hitungan dari konsultan yang melakukan survey dan sebagainya itu kemarin, hamper Rp 400 M”, jawab Bupati.
Sebagaimana diketahui bahwa, termuat di dalam dokumen Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Dompu tahun 2018, program untuk pembelian lahan seluas 30 hektar are yang ditetapkan untuk pembelian lahan bagi pembangunan Pelabuhan Nusantara dengan nilai kurang lebih Rp 30 Milyar. “Jadi, sekarang kita mancing pakai Rp 30 Milyar untuk mendapatkan pelabuhan yang nilainya hampir stengah triliun”, tukas Bupati Dompu H. Bambang. (Idin)
![]()


















