DOMPU – Merubah perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat menggugah perhatian salah seorang Sanitarian di Puskesmas Kempo untuk menjadikan sampah plastic sebagai objek pencetak uang. Dia adalah, Kamalasari SKM, yang sejak tahun 2018 silam membangun Bank Sampah Plastik di Desa Ta,A Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sebagai tenaga Sanitarian di Puskesmas Kempo, Kamalasari mengemban tanggung jawab untuk mensosialisasikan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) karenanya dia memilih pilar ke empat yakni pengolahan sampah rumah tangga.
Awal rencana pembangunan sampah plastic ini, dia mendapat dukungan dari Pihak Puskesmas setempat agar kegiatan posyandu dapat diintegrasikan dengan penanganan sampah plastic sehingga ada istilah Posyandu Integrasi Sampah yang selama ini orang hanya mengenal posyandu keluarga.
Karenanya cerita Kamalasari, Bank Sampah memiliki MoU dengan Puskesmas Kempo dalam hal pembiayaan tenaga admin, diantara point MoU itu adalah termasuk honor admin Bank Sampah yang terdiri dari tenaga sanitarian Puskesmas dibayarkan melalui Biaya Operasional Kesehatan (BOK).
Setiap kegiatan dari 35 Posyandu di Kecamatan Kempo, para keluarga peserta posyandu diwajibkan untuk membawa jimpitan sampah plastic guna diserahkan ke Bank Sampah sebagai tabungan dengan harapan posyandu memiliki anggaran dalam setiap kegiatannya. “Saat ini sudah ada 6 unit posyandu mandiri. Pembiayaannya melalui tabungan sampah plastic yang mereka tabung di Bank Sampah”, jelas Kamalasari.
Akibat tingginya animo masyarakat atas kehadiran Bank Sampah di Kecamatan Kempo, sehingga secara rutin dua kali dalam satu pekan dilakukan pengiriman sampah plastic ke gudang CV Yoga Java yang juga sudah membuat MoU dengan Bank Sampah. “Kami mengirim 1 (satu) ton setiap pekan, artinya 500 kg per sekali angkut ke Gudang”, cerita Sanitarian Puskesmas Kempo ini.
Masih cerita Kamalasari, biasanya di setiap musim hujan, jalan raya di Desa Ta’A selalu tertutup banjir namun, sejak berdirinya Bank Sampah pada 16 November 2018 silam, banjir itu tidak pernah lagi terjadi. Rupanya sampah plastic yang biasanya menutup selokan sudah tidak ada lagi, warga sekarang sangat menjaga setiap sampah plastic milik mereka karena bisa langsung diantar ke Bank Sampah untuk ditabung. “Total sampah yang ditabung warga hingga hari ini sudah mencapai 24.000 (Dua Puluh Empat Ribu) ton sampah plastik”, ungkap Kamalasari yang ditemani Kepala Puskesmas Kempo Faisal SKM.
Kamalasari mengaku bahwa Bank Sampah yang dikelolanya dengan mengambil tempat di rumah sebagai kantor, sudah memiliki nasabah sebanyak 205 orang yang secara rutin membawa jimpitan sampah. Belum termasuk nasabah yang terdaftar di seluruh Posyandu. Katanya, dalam rangka penyetaraan gender, pemberdayaan di setiap Posyandu yakni dengan menggunakan tenaga kader STBM Desa dan kader Posyandu sebagai admin Bank Sampah. “di setiap Posyandu ada nasabah yang dicatat oleh admin Bank Sampah”, tukasnya. (Idin)
![]()



















