DOMPU – Dalam rangka mencegah terjangkitnya kasus demam berdarah dengue (DBD) dalam menyongsong musim hujan karena rawan terjadinya genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti, UPTD Puskesmas Dompu Barat menggelar sosialisasi Seruling Dimas (Seruan Keliling di Masjid dan Mushola).
Sosialisasi ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pencegahan, termasuk menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan penyuluhan sebagai bentuk pencegahan terhadap serangan DBD di tengah masyarakat ini dilakukan secara menyeluruh di 14 Desa dan Kelurahan di Kecamatan Woja.
Penyuluhan ini penting disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat agar terhindar dari serangan DBD. “Selain menghimbau masyarakat untuk menerapkan 3M Plus, kami juga tetap mengingatkan warga untuk menggunakan kelambu supaya tidak digigit Nyamuk Aedes Aegypti.
Kepala Puskesmas Dompu Barat Mujakir SKM berharap agar sosialisasi ini berdampak positif sehingga masyarakat menyadari akan pentingnya pola hidup sehat dan bersih lingkungan rumah atau lingkungan sekitar. “Kami mengajak masyarakat agar semakin sadar dalam menjaga lingkungan dan mau menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga terhindar dari gigitan nyamuk DBD,” tegasnya.
Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu, Omiyati Fatimah, S.Sos., M.Ph mengapresiasi langkah yang diambil Puskesmas Dompu Barat dalam mengantisipasi terjadinya serangan DBD.
Kepala Dikes Dompu juga menekankan agar tindakan pencegahan dan pemberantasan dengue dilakukan dengan vaksinasi dan tanpa mengenyampingkan upaya 3M plus yaitu, Menguras (membersihkan) bak mandi, vas bunga atau wadah lain yang berisiko, Menutup rapat tempat penampungan air, Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas, dan Mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk. (Ad)
![]()


















