DOMPU —Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar peringatan Hari Jadi Dompu ke-211 tahun dengan format yang berbeda. Pada perayaan kali ini, tidak dilaksanakan upacara bendera. Bupati menyebut ini adalah konsep “Lesehan” kendati tidak sepenuhnya duduk di lantai, peserta tampak lebih santai dengan duduk di kursi yang disusun di bawah tenda-tenda di Lapangan Beringin, halaman Kantor Bupati Dompu. Suasana yang tercipta terasa lebih cair dibandingkan perayaan seremonial konvensional.
Semua peserta yang diundang dari kalangan masyarakat duduk di kursi yang disiapkan sebagai bentuk kebersamaan, persaudaraan, dan kesederhanaan dalam membangun daerah. Bupati menyebutnya “Lesehan” kendati tidak duduk di lantai atau di rerumputan.
Menurut Bupati Dompu dalam sambutannya, transformasi dari upacara formal menjadi lesehan mengandung makna bahwa, Dompu adalah daerah yang inklusif dan egaliter, serta mengedepankan kearifan lokal. Perayaan ini juga dimaksudkan agar hari jadi tidak menjadi seremoni yang bersifat eksklusif, melainkan menjadi milik semua lapisan masyarakat tanpa sekat.
Bupati menegaskan bahwa peringatan HUT kali ini lebih menitikberatkan pada syukur, doa bersama, dan refleksi, bukan pada tradisi seremonial yang cenderung militeristik atau administratif. Dengan suasana lesehan, diharapkan seluruh peserta dapat membaur dan menyatu dalam derajat yang sama, sehingga semangat kebersamaan benar-benar terasa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan capaian pembangunan daerah, khususnya terkait pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa kemiskinan di Dompu mengalami penurunan sebesar 0,45 persen. Pada tahun 2024 jumlah masyarakat miskin tercatat 32.080 jiwa (11,59 persen), kemudian pada tahun berikutnya turun menjadi 31.270 jiwa (11,15 persen). Kondisi ini, menurut Bupati, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Juga diungkap tentang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dompu pada tahun 2025 meningkat sebesar 1,13 persen. Ia merinci bahwa, pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi tercatat 3,62 persen, dan meningkat menjadi 4,75 persen pada tahun 2025. Sektor pertanian dan perikanan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan tersebut, dengan capaian produksi pertanian yang meningkat signifikan pada 2025, yakni padi 204.214 ton dan jagung 432.280 ton.
Adapun tentang pertumbuhan ekonomi, Bupati Bambang firdaus menyebut pendapatan per kapita masyarakat Dompu yang mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, pendapatan per kapita tercatat Rp38.110.000, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp36.120.000.
Perayaan HUT Dompu ke-211 tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan serta memperkokoh komitmen bersama untuk melanjutkan program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. (Nia/*)
![]()


















