BANDUNG – Dari kabupaten kecil di Nusa Tenggara Barat, sebuah inovasi digital lahir dan kini diakui di tingkat nasional. Ilham, S.Ag., M.Si., Pengawas Madrasah Kabupaten Dompu, dinobatkan sebagai Pengawas Madrasah Inovatif terbaik nasional tahun 2026 berkat karya aplikasi E-Tahfidz yang ia ciptakan.
Penghargaan bergengsi itu diserahkan dalam ajang Silaturahmi Nasional IV dan Musyawarah Nasional III Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (KKPM) Nasional yang berlangsung di Hotel Ibis Trans Studio, Bandung, 9–11 Juni 2026.
Menjawab Tantangan Literasi Al-Qur’an
Ilham melihat bagaimana guru-guru pembina di madrasah selama ini kesulitan memotret kemampuan membaca Al-Qur’an siswa secara menyeluruh dan terukur. Data yang tersebar, pencatatan manual, dan absennya sistem tindak lanjut yang sistematis menjadi hambatan nyata dalam peningkatan kualitas tahfidz siswa.
Menjawab tantangan itu, dia kemudian merancang E-Tahfidz, sebuah platform berbasis web yang memungkinkan guru pembina memetakan level kemampuan mengaji setiap siswa secara akurat dan real time.
“Dengan data yang valid, guru bisa menyusun target mingguan dan bulanan yang benar-benar sesuai kebutuhan tiap siswa, demikian konsep yang melatarbelakangi lahirnya aplikasi tersebut.” ungkap Ilham
Terukur, Digital, dan Berdampak
E-Tahfidz bukan sekadar aplikasi pencatatan biasa. Platform ini dirancang untuk menghasilkan peta kemampuan siswa yang dapat langsung ditindaklanjuti oleh guru. Dari data itulah tersusun program peningkatan yang tidak lagi bersifat seragam, melainkan personal dan berbasis capaian nyata.
Inovasi ini berlaku lintas satuan pendidikan, baik sekolah umum maupun madrasah, sehingga menjadikannya solusi yang inklusif dalam mendorong literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan Islam.
Lolos Seleksi Ketat Panitia Pusat
Penghargaan ini bukan datang begitu saja. Sebelumnya Ilham harus melewati proses verifikasi dokumen dan penilaian ketat dari panitia pusat hingga akhirnya dinyatakan layak menerima anugerah tertinggi dalam bidang pengawasan madrasah tersebut.
Keberhasilannya menjadi bukti bahwa inovasi tidak harus lahir dari kota besar. Dari Dompu, NTB, seorang pengawas madrasah telah menunjukkan bahwa tata kelola digital di bidang keagamaan bukan hanya mungkin, tetapi sudah terwujud.
Penghargaan Pengawas Madrasah Inovatif Nasional 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKPM Nasional yang mempertemukan para pengawas madrasah dari seluruh Indonesia untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan dan pembinaan madrasah. (Ube)
![]()



















