DOMPU – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, memastikan pelantikan 11 pejabat Jabatan Tinggi Pratama (JPT) hasil seleksi Panitia Seleksi (Pansel) akan dilaksanakan setelah tanggal 18 Agustus. Kepastian waktu ini disampaikan langsung oleh Bupati kepada awak media, meski hingga kini nama-nama pejabat yang akan menempati kursi eselon II tersebut belum diumumkan secara resmi.
Proses seleksi terbuka JPT Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu telah rampung dilakukan Pansel beberapa waktu lalu. Sebanyak 11 jabatan strategis diperebutkan oleh sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang memenuhi syarat administrasi dan mengikuti serangkaian tahapan seleksi, mulai dari penulisan makalah, uji kompetensi, hingga wawancara.
Bupati Bambang Firdaus mengungkapkan, sebagai bagian dari kewenangannya selaku pejabat pembina kepegawaian, dirinya telah melakukan wawancara langsung terhadap para kandidat yang masuk dalam tiga besar untuk masing-masing jabatan yang diseleksi. Tahapan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian proses sebelum penetapan pejabat definitif.
“Saya sudah wawancarai satu per satu dari tiga besar setiap jabatan. Ini bagian dari proses akhir sebelum kami tetapkan siapa yang layak menduduki posisi tersebut,” ujar Bambang Firdaus.
Meski proses wawancara telah rampung, Bupati belum bersedia membeberkan nama-nama yang akan dilantik. Ia beralasan, penetapan nama masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh serta pertimbangan sejumlah aspek, termasuk rekam jejak dan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan organisasi perangkat daerah.
Sebelas jabatan yang diseleksi merupakan posisi-posisi strategis di lingkungan Pemkab Dompu, yang selama ini sebagian di antaranya diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Kekosongan sejumlah kursi eselon II tersebut sempat menjadi sorotan publik karena dinilai berpotensi menghambat kinerja pelayanan pemerintahan di berbagai sektor.
Rencana pelantikan usai 18 Agustus ini pun ditunggu oleh kalangan ASN maupun masyarakat Dompu, mengingat proses seleksi JPT Pratama sempat berjalan cukup panjang. Sejumlah pihak berharap pejabat yang terpilih nantinya benar-benar figur yang kompeten dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
Bupati menegaskan, penundaan pengumuman nama bukan berarti proses seleksi terhambat, melainkan bagian dari kehati-hatian dalam mengambil keputusan yang menyangkut nasib dan karier ASN, sekaligus keberlangsungan roda pemerintahan di masing-masing organisasi perangkat daerah.
Masyarakat Dompu sedang menerka-nerka sosok yang akan mengisi kursi-kursi strategis di jajaran birokrasi Kabupaten Dompu dalam waktu dekat. (Ube)
![]()


















