DOMPU — Indonesia Emas 2045 kerap dibayangkan lahir dari kota besar dengan gedung-gedung menjulang. Hari ini justru nampak di sebuah desa pesisir Dompu yang jauh dari hiruk-pikuk yakni, di Dorokarama II, Desa Soro. Lorong-lorong yang dahulu kumuh telah berubah rapi. Senin (15/6/2026), Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah datang meresmikan perubahan itu, bukti kecil bahwa kebangkitan bisa berangkat dari pinggir.
Pukul 08.30 WITA, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, hadir untuk meresmikan hasil kegiatan Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) Kawasan Dorokarama II Segmen I Tahun 2025.
Acara yang digelar Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Dompu itu berlangsung khidmat, dirangkai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis, penandatanganan prasasti, hingga peninjauan langsung kawasan permukiman dan bibir pantai yang telah ditata.
Dari Kumuh Menjadi Layak Huni
Bagi warga Soro, perubahan ini bukan hanya karena bangunan baru namun, cara hidup yang berbeda yakni lingkungan yang lebih sehat, lebih aman, dan lebih nyaman untuk ditinggali.
Hal itulah yang ditekankan Bupati Dompu dalam sambutannya. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, atas dukungan yang mengantar program pengentasan permukiman kumuh terpadu sampai ke desa ini.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Dompu, khususnya warga Desa Soro, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian dan dukungannya. Program ini telah memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Bupati.
Namun ia tidak menutup mata bahwa pekerjaan belum selesai. Luas kawasan kumuh Dorokarama II mencapai 8,7 hektare, sementara yang berhasil ditangani melalui DAK PPKT baru menyentuh 2,28 hektare. Sisanya masih menunggu giliran. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Dompu berharap pendampingan dan pengawalan dari Kementerian PKP terus berlanjut.
Harapan itu kian beralasan. Kabupaten Dompu telah mengikuti kompetisi Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah (DAK JM) Tahun 2027–2029. Dari 169 kabupaten/kota yang bersaing, hanya 54 daerah yang lolos ke tahap berikutnya dan Dompu termasuk yang berhasil memenuhi syarat.
“Kami berharap Pemerintah Pusat terus memberikan dukungan sehingga sisa kawasan yang belum tertangani dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan demi terwujudnya kawasan permukiman yang layak huni, sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Dompu,” katanya.
Kepada warga Dorokarama II, Bupati menitipkan satu pesan sederhana: jaga dan rawat semua yang sudah dibangun, agar manfaatnya terasa hingga jauh ke depan.
Mereka Arsitek-Arsitek Bertalenta dari Desa
Giliran Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah berbicara, nada percakapan bergeser dari batu bata ke manusia. Baginya, fondasi utama pembangunan bangsa bukan semata fisik, melainkan transformasi masyarakat itu sendiri. Ia mengaku terkesan pada kemampuan warga daerah menyulap kawasan kumuh menjadi lingkungan yang layak huni.
“Banyak talenta di pelosok desa yang memiliki kemampuan mendesain dan mentransformasi kawasan kumuh menjadi kawasan yang lebih baik. Mereka adalah arsitek-arsitek bertalenta yang dimiliki daerah,” ujarnya.
Dari panggung pesisir Soro, Fahri menarik pandangannya lebih jauh. Ia menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia, dimulai dari pemenuhan gizi anak sebagai langkah awal menuju Generasi Emas Indonesia. Pembangunan fisik, katanya, harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia agar lahir generasi yang sehat, produktif, dan mampu bersaing.
Transformasi pun, menurutnya, tidak boleh berhenti di kota besar. Ia harus menjangkau desa-desa di seluruh penjuru negeri. Salah satu instrumen yang ia dorong adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat pemerataan ekonomi masyarakat.
Menanti Geliat Maritim dan Wisata
Mata Fahri tampak berbinar saat menyebut potensi Dompu. Ia melihat peluang besar bagi daerah ini berkembang menjadi kawasan ekonomi khusus berbasis sektor maritim dan pariwisata. Wisata bahari di kabupaten ini, mulai dari wisata hiu paus, Pantai Lakey yang ombaknya tersohor di kalangan peselancar, hingga deretan destinasi pesisir lain, dinilai punya kekuatan untuk menjadi penggerak ekonomi daerah.
Untuk menumbuhkan semua itu, ia mengajak warga memanfaatkan media sosial secara positif: sebagai sarana edukasi, promosi potensi daerah, dan penyebaran informasi yang bermanfaat.
Mengutip satu ayat Al-Qur’an, Fahri mengingatkan bahwa perubahan harus berangkat dari diri sendiri. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Karena itu, kita harus terus bertransformasi, memperbaiki diri, dan berusaha memberikan yang terbaik,” pesannya.
Keberhasilan menata Dorokarama II, bagi Fahri, adalah sebuah pertanda. “Ini adalah tanda bahwa kawasan pesisir kita mulai bangkit dan siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sebelum mengakhiri arahannya, ia menitipkan pesan yang membumi, jaga kebersihan lingkungan, jangan membuang sampah ke sungai maupun laut. “Lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga kawasan ini agar tetap bersih, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
Tonggak yang Baru Dimulai
Peresmian di Soro hari itu lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi tonggak upaya Pemerintah Kabupaten Dompu bersama Pemerintah Pusat mempercepat pengentasan kawasan kumuh sekaligus mengangkat kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan permukiman yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dengan 6,42 hektare kawasan kumuh yang masih menunggu sentuhan, jalan memang belum usai — tetapi langkah pertama telah terpancang kuat di pesisir Kempo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Provinsi NTB Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Lalu M. Faozal; Bupati Dompu beserta para staf ahli dan asisten lingkup Setda Dompu; pimpinan OPD se-Kabupaten Dompu; Kapolres Dompu; Kajari Dompu; Ketua Pengadilan Negeri Dompu; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu; Direktur RSUD Dompu dan RSUD Manggelewa; Camat Kempo dan unsur Muspika Kecamatan Kempo; Kepala Desa Soro; serta berbagai elemen masyarakat setempat. (Ube)
![]()


















