<script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
ADVERTISEMENT
  • A homepage section
  • Blog
  • Contact
  • Depan Matitinews
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Homepage – Blog
  • Homepage – Newsmag
  • Homepage – Newspaper
  • Homepage – Video
  • Iklan
  • News
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang MatitiNews
  • Login
Matitinews
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
Matitinews
No Result
View All Result
Home SOSIAL BUDAYA

BRIN dan Komisi X DPR RI Perkuat Kapasitas Wartawan NTB dalam Penulisan Berita Ilmiah Populer

by Admin
17/05/2026
in SOSIAL BUDAYA
0
BRIN dan Komisi X DPR RI Perkuat Kapasitas Wartawan NTB dalam Penulisan Berita Ilmiah Populer
135
SHARES
7.5k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

MATARAM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB menggelar kegiatan sosialisasi teknik menulis berita ilmiah populer di tengah tantangan era kecerdasan buatan (AI) dan banjir disinformasi.

Kegiatan yang menghadirkan peneliti BRIN, Mega Mardita tersebut menekankan pentingnya kemampuan wartawan membaca, membingkai, dan memverifikasi informasi ilmiah agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang menyesatkan. Materi bertajuk “Jurnalisme Sains di Era AI & Disinformasi” membahas bagaimana media saat ini memiliki peran sebagai “agen pengetahuan publik” di tengah semakin kompleksnya isu berbasis sains dan teknologi.

RelatedPosts

Keluarga Diminta Tebusan Rp70 Juta, Ortu PMI asal Mataram Mengadu ke PWI NTB

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

Dalam pemaparannya, Mega Mardita menyoroti bahwa hampir seluruh isu publik saat ini bersinggungan dengan sains, mulai dari teknologi dan AI, krisis global, hingga kebijakan berbasis data. Karena itu, media dituntut mampu menerjemahkan bahasa ilmiah yang rumit menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, banyak berita sains gagal menarik perhatian publik karena terlalu teknis dan dipenuhi jargon ilmiah. Padahal masyarakat lebih tertarik pada dampak nyata suatu penelitian terhadap kehidupan sehari-hari.

“Publik tidak hanya ingin tahu bahwa penelitian dilakukan, tetapi mengapa mereka harus peduli terhadap hasil riset tersebut,” kata Mega menyampaikan salah satu poin penting dalam materi yang disampaikan.

Mega juga memperkenalkan formula dasar jurnalisme sains, yakni terkait temuan, dampak, dan manusia. Di mana hasil penelitian harus diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi publik.

Selain itu, peserta juga dibekali cara cepat membaca jurnal ilmiah dengan memahami abstrak, metode penelitian, hingga kesimpulan untuk menghindari pemberitaan yang berlebihan terhadap hasil riset yang masih prematur.

Dalam sesi lain, Mega mengingatkan wartawan agar tidak terjebak pada kesalahan umum seperti menyamakan korelasi dengan kausalitas, serta terlalu cepat mengutip hasil riset preprint yang belum melewati proses peer review.
Ia juga menegaskan bahwa AI kini membawa tantangan baru dalam dunia jurnalistik, mulai dari deepfake audio dan video, artikel sintetis, jurnal palsu, hingga halusinasi AI yang dapat memanipulasi data dan informasi.

Karena itu, wartawan masa depan dituntut memiliki kemampuan verifikasi berlapis, literasi data, serta kemampuan berpikir kontekstual yang tidak dapat sepenuhnya digantikan AI.

Sementara Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani atau Miq Ari yang turut hadir melalui sambungan zoom menilai, penguatan kapasitas wartawan penting agar informasi berbasis riset dapat dipahami publik secara benar dan tidak menimbulkan disinformasi.

“Di era digital dan perkembangan AI saat ini, wartawan dituntut tidak hanya cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu memverifikasi dan menerjemahkan informasi ilmiah agar mudah dipahami masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas insan pers, khususnya di NTB,” ujar Miq Ari.

Ia menilai, kolaborasi antara BRIN, DPR RI, dan PWI NTB menjadi langkah strategis dalam membangun literasi publik berbasis data dan riset ilmiah.

“Terimakasih sahabat-sahabat media di Mataram, khususnya PWI NTB. Kita ingin hasil-hasil riset tidak berhenti di ruang akademik saja, tetapi bisa diterjemahkan menjadi informasi yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Media memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia riset dan publik,” katanya.

Anggota DPR RI Dapil Pulau Lombok ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya disinformasi dan manipulasi konten berbasis AI yang kini semakin sulit dibedakan dari informasi asli.

“Pers harus tetap menjadi penjaga kepercayaan publik. Verifikasi, akurasi, dan etika jurnalistik harus tetap menjadi fondasi utama di tengah banjir informasi digital,” pungkasnya. (*)

Loading

Previous Post

DP3A Dompu : Orang Tua Adalah Lapis Pertama Perlindungan Anak, Waspadai Tren Sosial Media

Next Post

Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal I-2026 Capai US$433,4 Miliar, Tren Pertumbuhan Melambat

Admin

Related Posts

Keluarga Diminta Tebusan Rp70 Juta, Ortu PMI asal Mataram Mengadu ke PWI NTB
SOSIAL BUDAYA

Keluarga Diminta Tebusan Rp70 Juta, Ortu PMI asal Mataram Mengadu ke PWI NTB

24/09/2026
13.5k
Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik
SOSIAL BUDAYA

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

19/09/2026
7.5k
Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia
SOSIAL BUDAYA

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

16/09/2026
13.3k
Pelatihan Paralegal, AMAN NTB Dorong Masyarakat Adat Pahami Hak dan Akses Keadilan
SOSIAL BUDAYA

Pelatihan Paralegal, AMAN NTB Dorong Masyarakat Adat Pahami Hak dan Akses Keadilan

09/09/2026
1.1k
Pertama dan Terbesar di Indonesia Donor Darah INTI NTB Tembus 1075 Kantong
SOSIAL BUDAYA

Pertama dan Terbesar di Indonesia Donor Darah INTI NTB Tembus 1075 Kantong

18/08/2026
7.1k
PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus
SOSIAL BUDAYA

PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus

04/08/2026
2.1k
Next Post
Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal I-2026 Capai US$433,4 Miliar, Tren Pertumbuhan Melambat

Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal I-2026 Capai US$433,4 Miliar, Tren Pertumbuhan Melambat

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

29/08/2021
Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

27/12/2018
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Pansel Umumkan Nama Calon Sekda Dompu

29/07/2021
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

27/07/2021
beras miskin

HBY Tidak Mau Dipusingkan Dengan Urusan Beras Miskin

0
datot gunawan

Kasus Balita Gizi Buruk Masih Ditemukan di Dompu

0
sapi brahma

Dompu Dipastikan Mampu Menjadi Penyuplai Daging Nasional

0
jangan malu

HBY : Jangan Malu Mengaku Menjadi Anak Petani

0
Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

03/10/2026
Hadapi Disrupsi Media, Ketum PWI dan KDM Ingatkan Independensi Pers

Hadapi Disrupsi Media, Ketum PWI dan KDM Ingatkan Independensi Pers

03/10/2026
Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan

Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan

02/10/2026
Dorong Penataan Ruang Berkelanjutan, Kantor Pertanahan dan Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Dorong Penataan Ruang Berkelanjutan, Kantor Pertanahan dan Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi Lintas Sektor

29/09/2026
ADVERTISEMENT

BACA JUGA BERITA LAINNYA

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

03/10/2026
1.5k
Hadapi Disrupsi Media, Ketum PWI dan KDM Ingatkan Independensi Pers

Hadapi Disrupsi Media, Ketum PWI dan KDM Ingatkan Independensi Pers

03/10/2026
1.3k
Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan

Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan

02/10/2026
2.9k
Dorong Penataan Ruang Berkelanjutan, Kantor Pertanahan dan Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Dorong Penataan Ruang Berkelanjutan, Kantor Pertanahan dan Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi Lintas Sektor

29/09/2026
1.5k
  • Tentang MatitiNews
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

No Result
View All Result

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS