DOMPU — Kehadiran Pelabuhan Kilo sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan harus membawa angin segar bagi warga sekitar. Bupati Dompu, H. Bambang Firdaus, SE., secara tegas menginstruksikan otoritas pelabuhan dan kontraktor untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Kecamatan Kilo.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bambang dalam Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan pembangunan Pelabuhan Kilo yang digelar di Ruang Rapat Bupati Dompu, Rabu (13/5). Menurutnya, pelibatan sumber daya manusia (SDM) setempat adalah syarat mutlak agar dampak ekonomi dari proyek bernilai raksasa ini langsung dirasakan oleh warga.
“Saya sangat berharap dalam proses pembangunan Pelabuhan Kilo, tenaga kerja lokal tidak diabaikan apalagi hanya jadi penonton. Mereka harus diakomodir untuk mendukung pembangunan agar masyarakat merasakan asas manfaat dari kehadiran proyek ini,” tegas Bupati Bambang.
Merespons instruksi kepala daerah, Otoritas Pembangunan Pelabuhan Kilo melalui Pejabat Pelabuhan Kelas II Calabai menyatakan kesiapannya untuk menjadikan pekerja lokal sebagai prioritas utama.
Meski demikian, pihak otoritas memberikan sedikit catatan terkait spesifikasi teknis. Untuk posisi atau pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dan sertifikasi tertentu, kontraktor tetap diperbolehkan mendatangkan tenaga ahli dari luar daerah, dengan catatan keahlian tersebut memang belum tersedia di Dompu.
Selain isu ketenagakerjaan, rakor lintas sektoral ini juga menyoroti pentingnya kepatuhan hukum dalam penggunaan material proyek. Otoritas pelabuhan memastikan seluruh bahan galian tambang atau Sumber Daya Alam (SDA) yang menyuplai proyek ini wajib berasal dari perusahaan yang telah mengantongi izin resmi dari pemerintah. Langkah preventif ini diambil guna menghindari jeratan risiko hukum di kemudian hari yang berpotensi menghambat proyek.
Pelabuhan Kilo ke depannya diproyeksikan menjadi urat nadi infrastruktur vital yang akan membuka keran akses pengiriman berbagai komoditas unggulan dari dan menuju Kabupaten Dompu. Proyek ini ditargetkan mulai menunjukkan progres fisik yang signifikan pada akhir tahun 2026 mendatang.
Untuk memastikan kelancaran mega-proyek ini, Bupati turut mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
“Dukungan masyarakat adalah kunci utama agar pembangunan selesai tepat waktu sesuai rencana, yang pada akhirnya akan mendongkrak kesejahteraan ekonomi daerah kita,” pungkasnya.
Rakor ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu selaku moderator, Staf Ahli Bupati, Asisten Pembangunan dan Perekonomian, jajaran Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Kilo, serta Kepala Desa Mbuju. (Ju)
![]()



















