<script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script data-ad-client="ca-pub-2242553862500626" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
ADVERTISEMENT
  • A homepage section
  • Blog
  • Contact
  • Depan Matitinews
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Homepage – Blog
  • Homepage – Newsmag
  • Homepage – Newspaper
  • Homepage – Video
  • Iklan
  • News
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang MatitiNews
  • Login
Matitinews
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
  • BERITA UTAMA
  • EKONOMI
  • TEKNOLOGI
  • Video
  • HUKUM KRIMINAL
    • INVESTIGASI
  • NUSANTARA
    • SENI BUDAYA
    • PARIWISATA
  • KHAZANAH
  • PEMBANGUNAN
  • PEMERINTAHAN
  • SOSIAL BUDAYA
    • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • BISNIS
No Result
View All Result
Matitinews
No Result
View All Result
Home SOSIAL BUDAYA

Keluarga Diminta Tebusan Rp70 Juta, Ortu PMI asal Mataram Mengadu ke PWI NTB

by Admin
24/09/2026
in SOSIAL BUDAYA
0
Keluarga Diminta Tebusan Rp70 Juta, Ortu PMI asal Mataram Mengadu ke PWI NTB
145
SHARES
13.5k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

MATARAM — Harapan keluarga Muhamad Yanuar Fikri (26), pemuda asal Karang Kelok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, untuk melihat anaknya kembali bekerja di Singapura berubah menjadi kecemasan.

Yanuar yang semula berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk bekerja di Singapura, justru mengabarkan bahwa dirinya kini berada di Myanmar.

RelatedPosts

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

Pelatihan Paralegal, AMAN NTB Dorong Masyarakat Adat Pahami Hak dan Akses Keadilan

Kabar tersebut sontak membuat keluarganya panik. Terlebih, Yanuar disebut berada di kawasan pegunungan dan mengaku berada dalam pengawasan tentara.

Kisah pilu itu disampaikan ibu kandung Yanuar, Nurjanah, saat mendatangi kantor PWI NTB, Rabu Petang 23 September 2026.

Nurjanah mengaku, sekitar sepekan sebelumnya, Yanuar berpamitan kepada keluarga. Saat itu, Yanuar mengatakan hendak kembali bekerja di Singapura seperti pekerjaan yang pernah dijalaninya sebelumnya.

“Sekitar seminggu yang lalu anak saya pamitan. Katanya bekerja seperti sebelumnya di Singapura,” ujar Nurjanah sambil menangis.

Namun, harapan keluarga itu berubah menjadi kepanikan ketika sekitar pukul 17.00 Wita, Yanuar menghubungi keluarganya.

Dalam komunikasi tersebut, Yanuar menyampaikan bahwa dirinya bukan berada di Singapura, melainkan sudah berada di Myanmar.

Menurut Nurjanah, anaknya mengaku berada di atas sebuah gunung di Myanmar. Sementara di bawah kaki gunung disebut terdapat tentara yang melakukan penjagaan.

Kondisi tersebut membuat keluarga semakin khawatir. Apalagi, menurut ayah Yanuar, Herman, anaknya menyampaikan bahwa dirinya bisa dipulangkan ke Indonesia dengan syarat keluarga membayar uang sebesar Rp70 juta kepada manajer.

“Manajer minta tebusan Rp70 juta,” tegas Herman.

Permintaan uang tersebut membuat keluarga Yanuar berada dalam situasi sulit. Herman mengaku tidak memiliki uang sebesar itu.

“Kami tidak ada uang sebanyak itu,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, keluarga hanya berharap ada jalan agar Yanuar bisa segera kembali ke Lombok dan berkumpul bersama keluarganya. “Harapan kami bisa kembali,” kata Herman.

Keluarga Yanuar mengaku tidak tinggal diam. Mereka telah berupaya mencari bantuan untuk memastikan keselamatan Yanuar dan mendapatkan jalan agar anak mereka dapat dipulangkan.

Herman mengatakan pihak keluarga telah melaporkan persoalan tersebut ke Unit PPA Polda NTB. Mereka juga berupaya meminta bantuan kepada pimpinan DPRD NTB, H. Muzihir.

“Waktu di Polda NTB diarahkan ke Unit PPA. Mereka bilang hanya bisa menegakkan hukum,” ungkap Herman.

Sementara itu, pihak keluarga juga telah menghubungi H. Muzihir. Namun, saat itu yang bersangkutan sedang berada di luar kota. “Pak Muzihir sedang di luar kota. Beliau minta ke Komisi V DPRD NTB besok,” katanya.

Keluarga kini berharap persoalan yang dialami Yanuar mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait.

Mereka juga meminta bantuan sejumlah pihak terkait. Mulai, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, Kementrian Tenaga Kerja (Kemanker), masyarakat dan media dibawah PWI NTB untuk menyuarakan kondisi Yanuar.

Hal ini, agar keberadaannya di Myanmar dapat segera diketahui dan ada upaya untuk memulangkannya.

Bagi keluarga, persoalan ini bukan lagi sekadar soal pekerjaan. Mereka kini hanya ingin memastikan Yanuar dalam keadaan selamat dan bisa kembali pulang ke Lombok.

“Kami berharap anak kami bisa kembali,” ujar Herman.

Sementara itu, Sekretaris PWI NTB Fahrul Mustofa yang menerima kedatangan warga bersama sejumlah wartawan, mengaku bahwa kantor PWI NTB terbuka untuk masyarakat yang mengadukan persoalannya.

Dalam kesempatan itu. Fahrul langsung menelpon Plt. Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnaker NTB, M Anang Yusran terkait prrsoalan yang dihadapi keluarga PMI asal Karang Kelok yakni, Muhamad Yanuar Fikri (26).

Hasilnya, Kabid Anang memastikan akan mengawal persoalan yang dihadapi pihak keluarga.

“Insya Allah, besok pagi akan saya folow up masalah ini,” katanya. (***)

Loading

Previous Post

Bank NTB Syariah Optimalkan Peluang Pembiayaan Perumahan, Ajukan KUR Perumahan

Admin

Related Posts

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik
SOSIAL BUDAYA

Dialog dengan Ormas Islam NTB, Tokoh Islam Tiongkok : Kami Bisa Beribadah dengan Baik

19/09/2026
7.5k
Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia
SOSIAL BUDAYA

Dari Kunjungan Ormas Keagamaan NTB ke Tiongkok, MUI : Pemprov NTB Bisa Tiru Pemda Ningxia

16/09/2026
13.3k
Pelatihan Paralegal, AMAN NTB Dorong Masyarakat Adat Pahami Hak dan Akses Keadilan
SOSIAL BUDAYA

Pelatihan Paralegal, AMAN NTB Dorong Masyarakat Adat Pahami Hak dan Akses Keadilan

09/09/2026
1.1k
Pertama dan Terbesar di Indonesia Donor Darah INTI NTB Tembus 1075 Kantong
SOSIAL BUDAYA

Pertama dan Terbesar di Indonesia Donor Darah INTI NTB Tembus 1075 Kantong

18/08/2026
7.1k
PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus
SOSIAL BUDAYA

PWI Pusat Buka Program Reaktivasi KTA Biasa dan Peningkatan KTA Muda, Pendaftaran Dibuka 3 Agustus

04/08/2026
2.1k
JMSI NTB dan INTI Tanam 43 Pohon di Mualan Benyer, Dukung Pelestarian Mata Air Adat
SOSIAL BUDAYA

JMSI NTB dan INTI Tanam 43 Pohon di Mualan Benyer, Dukung Pelestarian Mata Air Adat

22/06/2026
3.2k
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

Besok Sekda Dompu Akan Dilantik

29/08/2021
Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

Ayah Garap Menantunya yang Tengah Hamil

27/12/2018
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Pansel Umumkan Nama Calon Sekda Dompu

29/07/2021
Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

Nama Calon Sekda yang Diusulkan Pansel ke Bupati Dompu

27/07/2021
beras miskin

HBY Tidak Mau Dipusingkan Dengan Urusan Beras Miskin

0
datot gunawan

Kasus Balita Gizi Buruk Masih Ditemukan di Dompu

0
sapi brahma

Dompu Dipastikan Mampu Menjadi Penyuplai Daging Nasional

0
jangan malu

HBY : Jangan Malu Mengaku Menjadi Anak Petani

0
Keluarga Diminta Tebusan Rp70 Juta, Ortu PMI asal Mataram Mengadu ke PWI NTB

Keluarga Diminta Tebusan Rp70 Juta, Ortu PMI asal Mataram Mengadu ke PWI NTB

24/09/2026
Bank NTB Syariah Optimalkan Peluang Pembiayaan Perumahan, Ajukan KUR Perumahan

Bank NTB Syariah Optimalkan Peluang Pembiayaan Perumahan, Ajukan KUR Perumahan

23/09/2026
MoU Diteken, Dermaga Nelayan Hu’u Masih Menunggu PKS dan APBD 2027

MoU Diteken, Dermaga Nelayan Hu’u Masih Menunggu PKS dan APBD 2027

23/09/2026
Kelebihan 4.160 Guru, Dompu Atur Ulang Jam Mengajar demi Selamatkan Tunjangan Sertifikasi

Kelebihan 4.160 Guru, Dompu Atur Ulang Jam Mengajar demi Selamatkan Tunjangan Sertifikasi

19/09/2026
ADVERTISEMENT

BACA JUGA BERITA LAINNYA

Keluarga Diminta Tebusan Rp70 Juta, Ortu PMI asal Mataram Mengadu ke PWI NTB

Keluarga Diminta Tebusan Rp70 Juta, Ortu PMI asal Mataram Mengadu ke PWI NTB

24/09/2026
13.5k
Bank NTB Syariah Optimalkan Peluang Pembiayaan Perumahan, Ajukan KUR Perumahan

Bank NTB Syariah Optimalkan Peluang Pembiayaan Perumahan, Ajukan KUR Perumahan

23/09/2026
7.1k
MoU Diteken, Dermaga Nelayan Hu’u Masih Menunggu PKS dan APBD 2027

MoU Diteken, Dermaga Nelayan Hu’u Masih Menunggu PKS dan APBD 2027

23/09/2026
19.3k
Kelebihan 4.160 Guru, Dompu Atur Ulang Jam Mengajar demi Selamatkan Tunjangan Sertifikasi

Kelebihan 4.160 Guru, Dompu Atur Ulang Jam Mengajar demi Selamatkan Tunjangan Sertifikasi

19/09/2026
15.4k
  • Tentang MatitiNews
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Iklan
  • Disclaimer
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

No Result
View All Result

© 2021 - Matiti News - Designed by Tokoweb.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS