SURABAYA — Dua atlet Tarung Derajat asal Dompu, Ibnu Hiban dan Muhammad Muharram Marangga, mengukir catatan penting dalam pentas Kejuaraan Nasional Pelajar Piala BHS Cup III 2026 yang berlangsung di Jawa Timur. Keduanya menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak, kontribusi yang menempatkan Nusa Tenggara Barat sebagai juara umum kedua dalam ajang tersebut.
Tim NTB secara keseluruhan mengumpulkan tiga medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Torehan ini membawa NTB berada di posisi kedua klasemen umum, tepat di bawah tuan rumah Jawa Timur yang mengoleksi tiga emas, empat perak, dan dua perunggu. Adapun Pengprov Bali menempati peringkat ketiga juara umum berkat capaian tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.
Dari tujuh medali yang diraih kontingen NTB, dua di antaranya lahir dari tangan petarung binaan Pengurus Cabang Tarung Derajat Dompu. Ibnu Hiban, siswa SMKN 2 Dompu, tampil sebagai juara setelah menaklukkan lawannya di partai puncak. Sementara itu, Muhammad Muharram Marangga, pelajar SMAN 1 Dompu, harus puas dengan medali perak setelah kalah di babak final.
Final antara Ibnu Hiban melawan Putu Agus Angga dari Bali berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, dan menjadi salah satu laga paling ditunggu dalam kejuaraan ini. Pertarungan berjalan sengit sejak menit-menit awal. Kedua petarung sama-sama agresif melancarkan pukulan dan tendangan tanpa memberi ruang bagi lawan untuk bernapas. Ibnu Hiban akhirnya tampil sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1 setelah mampu membaca pola serangan lawannya dengan lebih cermat pada saat-saat krusial pertandingan.
Kemenangan ini punya makna tersendiri buat Ibnu Hiban. Laga melawan Putu Agus Angga merupakan pertemuan kedua kalinya bagi dua petarung tersebut. Setahun sebelumnya, keduanya juga bertemu di partai final Kejuaraan Nasional Pelajar Piala Kemenpora 2025 di Bandung, dan saat itu giliran Putu Agus Angga yang keluar sebagai pemenang. Kemenangan di BHS Cup III 2026 pun menjadi pelunas dari kekalahan tahun lalu, sehingga rekor pertemuan keduanya kini berimbang satu sama satu.
Di final berbeda, Muhammad Muharram Marangga harus mengakui keunggulan Marthinenggo Abraham Jello Sadipun asal NTT dengan skor telak 0-3, sehingga hanya membawa pulang medali perak dari kejuaraan tersebut.
Capaian dua petarung muda Dompu ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pengurus cabang olahraga di daerah untuk kemajuan prestasi ke depannya. Pengcab Tarung Derajat Dompu berharap KONI setempat memberi perhatian lebih serius pada pembinaan atlet junior. Prestasi yang diraih atlet senior, termasuk mereka yang diterjunkan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi maupun Pekan Olahraga Nasional, dinilai tidak lepas dari proses pembinaan atlet junior yang menjadi pelapis generasi sebelumnya.
Dengan pola pembinaan yang berjalan secara berkesinambungan dari usia dini hingga jenjang senior, regenerasi prestasi olahraga di Dompu diharapkan dapat terus terjaga dan berkelanjutan pada masa mendatang. Hasil di BHS Cup III 2026 ini menjadi modal sekaligus pengingat bahwa investasi pada atlet muda hari ini akan menentukan wajah prestasi Dompu di berbagai ajang beberapa tahun ke depan. (Ube)
![]()


















