DOMPU MATITINEWS.COM – Perjalanan panjang sosialisasi tentang Sanitasi Terpadu Berbasis Masyarakat (STBM) di tengah warga masyarakat Kabupaten Dompu Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diyakini sudah banyak memperlihatkan hasil nyata, dimana dari gerakan pemicuan yanng laksanakan pada 83 Dusun dari 15 Desa pilot pada smester awal tahun 2017, sudah memberikan dampak yang sangat signifikan di tahun 2018. “Terbukti Kelurahan Dorotangga berhasil mendeklarasikan STBM,” ungkap Kabid Sosial Budaya Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Jufri ST.
Ketika dirunut dari awal tentang apa yang sudah dicapai Pemerintah Kabupaten Dompu pada smester awal di tahun 2017 saja, Jufri mengungkapkan bahwa program STBM berhasil dimasukkan ke dalam RPJMD Kabupaten Dompu tahun 2016 – 2021, yang disusul dengan pembentukan POKJA AMPL Kecamatan di semua Kecamatan.
Langkah – langkah lain untuk memperkuat keberadaan STBM di RPJMD Kabupaten Dompu 2016 – 2021 yakni terbentuknya RKPDES di enam belas (16) Desa pilot, yang mengakomodir program STBM, kemudian terbentuknyanya Forum Pengusaha Sanitasi dan Tim Promosi Manajemen Menstruasi Sehat Tingkat Kabupaten Dompu. “Kita berterima kasih kepada Forpas yang dengan fokus bekerja membantu masyarakat di bidang STBM ini,” tukas Jufri.
Jufri mengakui, selain kekuatan pemicuan yang dilakukan oleh setiap POKJA AMPL di tiap Kecamatan, kekuatan motivasi yang dibangun FORPAS di tengah masyarakat adalah salah satu pendukung keberhasilan Pemkab Dompu dalam rangka mendeklarasikan 5 pilar STBM nantinya. (Bappeda)
![]()

















